PURBALINGGA- Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri (Kejari) Purbalingga, melakukan inspeksi ke sejumlah proyek infrastruktur Inspeksi mendadak (sidak) dilakukan karena ada beberapa proyek yang dinilai lambat.

Ketua TP4D sekaligus Kasi Intel Kejari Purbalingga Fredy Wibowo SH, menjelaskan, beberapa proyek harus dicek demi mengawal tepat mutu, tepat waktu dan tepat sasaran. Diantaranya proyek pembangunan jembatan dan jalan Pepedan-Tegalpingen, pembangunan gedung DPRD Kabupaten Purbalingga, pelebaran jalan Letnan Yusuf Purbalingga dan pelebaran jalan Bukateja-Kutawis.

“Kami akui ada yang terlambat beberapa persen, ada juga yang sudah melampaui target. Keterlambatan dipengaruhi oleh beberapa faktor. Ada yang teknis karena penebangan pohon lambat dan beda kontraktor, sehingga pekerjaan pokok ruas jalan tersendat,” tuturnya.

Fredy memaparkan, untuk proyek pembangunan gedung DPRD mengalami keterlambatan 2 persen dari target 30 persen. Alasannya karena kontraktor kesulitan mencari crane untuk memasang tiang yang akhirnya dilakukan secara manual.

Untuk pembangunan jembatan Tegalpingen-Pepedan, khusus untuk jalan, pihak kontraktor beralasan belum adanya pembebasan lahan yang masuk di wilayah Desa Pepedan, Kecamatan Karangmoncol. Meski akhirnya sudah tidak ada masalah lagi.

“Pemdes sudah membuat kesepakatan mengizinkan proyek digarap dahulu, dan untuk teknis pembebasan lahan menyusul,” tuturnya.

Tim juga melakukan pemantauan pelebaran Jalan Letnan Yusuf Purbalingga. Di lokasi itu, rekanan pelaksana mengklaim karena alasan terkendala pohon yang belum ditebang. Sedangkan proses penebangan dilakukan oleh pihak ketiga yang tidak terkait dengan kontraktor pelaksana pembangunan jalan.

Untuk pelebaran jalan Bukateja-Kutawis sudah mencapai 80 persen. Bahkan dari jadwal target akhir pekerjaan November, hanya dalam waktu dua bulan sudah memiliki progres sangat bagus dan diklaim selesai oleh kontraktor, terangnya.

Lebih lanjut dikatakan, khusus untuk pelebaran jalan, TP4D meminta kontraktor melakukan uji beton dan uji tarik. “Untuk pelebaran jalan Bukateja-Kutawis sudah mendaftar ke Fakultas Teknik Unsoed. Tapi pelaksanaan menunggu kabar, karena sangat banyak permintaan dan harus antre,” imbuhnya.

Fredy menuturkan, pihaknya berjanji akan terus mengawal proyek agar tak sampai molor dan lebih parah putus kontrak. Kejaksaan juga mengingatkan kontraktor tidak main-main dalam pengerjaan. “Jalannya sesuai aturan main. Jangan sampai terjerat kasus hukum. Kalau terjerat, maka akan berhadapan dengan kami, tegasnya. (amr/sus)

Sumber : Koran Radar Banyumas edisi Kamis 16 Agustus 2018


Category: Berita , Kegiatan , slide