KBRN, Banyumas: Kepala Seksi Intelijen KejaRi Purbalingga Budi Santoso SH MH bersama Jaksa Fungsional Agung Prasetya SH hadir dalam Talkshow Jaksa Menyapa yang disiarkan langsung RRI Purwokerto, Kamis(1/8/2019) Sore. Dalam dialog interaktif tersebut, narasumber membahas tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Menurut Kasintel bahwa setiap orang yang telah berumah tangga diharuskan tidak melakukan kekerasan dalam rumah tangga yang dijalaninya.

“Bermacam macam orang melakukan KDRT terhadap lingkungan rumah tangga yang dijalani, baik berupa kekerasan fisik, bahkan hingga menelantarkan keluarganya,” kata Budi Santoso.

Hingga Agustus 2019, jumlah kasus KDRT yang tercatat di Kejari Purbalingga, lanjut Budi, telah mencapai angka lima KDRT.

“Telah ada lima KDRT yang masuk dalam catatan kami,” Kata Kasintel saat menjawab pertanyaan Robin Abdurrahman yang memandu Talkshow.

Menurutnya, penghapusan KDRT perlu digencarkan sebagai penghargaan atas hak asasi tiap warga negara, kesetaraan gender, bentuk keadilan, tidak mendiskriminasikan dan melindingi korban KDRT.

“Upaya yang dilakukan yakni dengan mencegah segala macam bentuk kekerasan, menindak pelaku KDRT yang endingnya bertujuan agar terpelihara keluarga yang harmonis,” katanya lagi.

Budi Santoso menghimbau kepada seluruh masyarakat agar berhati-hati bila ada perselisihan didalam rumah tangga. Bertindak dengan kepala dingin adalah cara paling mudah agar tidak bermasalah dengan hukum. Lebih lanjut ia menambahkan bahwa tak hanya pemerintah, masyarakat juga mempunyai tanggung jawab dalam hal pencegahan KDRT.

“Sosialisasi dari pihak terkait sangat penting untuk dilakukan sehingga masyarakat mendapatkan edukasi tentang resikonya.”Pungkas Budi.

Sumber berita : http://rri.co.id/purwokerto/post/berita/702048/banyumas/kdrt_marak_kasi_intel_sikapi_permasalahan_dengan_kepala_dingin.html


Category: Berita , Kegiatan , slide