PURBALINGGA– Kades Bojanegara, Kecamatan Padamara, Widi Suhartanto, (36) dan mantan Kades Bojong, Kecamatan Mrebet, Saeri (54), ditahan oleh penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Purbalingga, Rabu (25/7) sore.

Keduanya menjadi tersangka kasus penyelewengan APBDes di desa masing-masing. Keduanya tiba di Kejari Purbalingga sekitar pukul 16.00 WIB, didampingi kuasa hukum yang ditunjuk aparat penegak hukum, Budi Wiyono. Setelah dimintai keterangan, sejam kemudian keduanya dititipkan ke Rumah Tahanan (Rutan) Kabupaten Purbalingga.

Kajari Purbalingga Nur Mulat Setiawan melalui Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Meyer Simanjutak, Kamis (26/7), menjelaskan, untuk kasus dugaan rasuah dengan tersangka Widi Suhartanto merupakan hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Kejari Purbalingga. Kasus dengan tersangka Saeri merupakan limpahan dari Polres Purbalingga.

Beberapa Modus

Tersangka Widi Suhartanto saat ini masih menjabat sebagai Kades Bojanegara. Dia menjadi tersangka penyelewengan APBDes 2015 dan 2016 dengan kerugian mencapai Rp 177.705.000. Ada sejumlah modus yang digunakan oleh tersangka untuk memperkaya dirinya sendiri dengan uang negara tersebut.

Salah satunya, tidak menyerahkan uang hasil sewa tanah kas desa ke rekening desa sebagai pendapatan asli desa (PAD), tetapi digunakan untuk keperluan pribadi. “Modus lain adalah mark up harga sejumlah material pada program pembangunan fisik. Misalnya pengerjaan jalan dan drainase, dengan volume dan spek yang kurang tetapi dibayar lebih.

Tidak hanya satu dua program fisik yang menggunakan Dana Desa (DD) maupun Anggaran Dana Desa (ADD), tapi banyak,” terangnya. Meyer menambahkan, kejaksaan mulai melakukan penyidikan terhadap dugaan penyimpangan APBDes di Desa Bojanegara sejak akhir Oktober tahun lalu.

Kasus dugaan rasuah dengan tersangka mantan Kades Bojong, Kecamatan Mrebet, Saeri (54), merupakan tahap kedua atau pelimpahan dari penyidik Unit Tipikor Satreskrim Polres Purbalingga. Tersangka diduga menggunakan uang APBDes 2013 dan 2014 untuk kepentingan pribadi.

Akibatnya, negara rugi Rp 150.549.000. Kedua tersangka dijerat dengan dakwaan primer Pasal 2 subsider Pasal 3 UU 31 Tahun 1999 Jo UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Keduanya ditahan dan dititipkan di Rutan Purbalingga sejak 25 Juli hingga 13 Agustus mendatang.

Kejaksaan memiliki waktu 20 hari untuk melengkapi berkas dakwaan, agar bisa dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor di Semarang. Kuasa hukum kedua tersangka, Budi Wiyono, mengatakan, pihaknya hanya mendampingi kedua tersangka selama proses pemberkasan dakwaan oleh kejaksaan, tidak sampai masa persidangan.

“Kalau untuk tersangka Saeri, saya mendampingi selama penyidikan di Polres hingga kejaksaan. Sedangkan untuk tersangka Widi, hanya di kejaksaan. Keduanya cukup kooperatif selama proses hukum berjalan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bagian Pemerintahan Setda Purbalingga Raditya Widayaka mengatakan, terkait dengan status hukum yang tengah dijalani oleh Kades Bojanegara, Pemkab mengikuti prosedur aturan. Lebih lanjut, atas nama Pemkab Purbalingga, pihaknya merasa prihatin atas permasalahn hukum yang dialami oleh Kades Bojanegara.

“Hal ini menjadi pembelajaran bagi kita semuanya, bahwasanya kegiatan yang menggunakan ADD/DD agar dilaksanakan sesuai dengan ketentuan aturan perundang-undangan. Diharapkan kejadiannya ini tidak terulang lagi pada kemudian hari,” katanya. (H82-37)

Sumber : https://www.suaramerdeka.com/smcetak/baca/108355/kades-dan-mantan-kades-ditahan


Category: Berita , slide